Monday, December 29, 2008

~Pemuda Baiatul Aqabah~

From: Ummu Afeera afeera_szaza@yahoo.com

Pemuda Baiatul Aqabah...


Izinkan aku berbicara seketika mengenai syabab atau pemuda di ambang Maal Hijrah ini. Kau kenal pemuda-pemuda Baiatul Aqabah? Baiatul Aqabah itu dikenali juga dengan nama Baiatul Kubra kerana ianya merupakan satu perjanjian yang sangat besar di sisi Islam.

Perjanjian inilah kunci kepada hijrah. Mengapa? Kerana syabab-syabab di dalam perjanjian ini telah berjanji pada Rasulullah SAW untuk mempertahankan, menolong dan menyebarkan ajaran Rasulullah SAW kepada penduduk Yatsrib (Madinah). Itulah syabab yang berharga di sisi Islam. Mereka mengetahui hakikat kebenaran dan mereka berjuang demi kebenaran itu. Mereka telah bangun membela Islam. Kemana perginya syabab hari ini di saat Palestina dibantai dan menangis hiba?

Pernah kau menunaikan umrah atau haji ? Jarak di antara Mekah dan Madinah adalah 447 km. Hari ini perjalanan untuk ke sana telah menjadi mudah dengan adanya sistem bas dan jalanraya. Namun andai kau berfikir sejenak, pasti tiada sesiapa yang sanggup untuk merentas perjalanan yang telah menjadi mudah itu dengan menaiki unta atau berjalan kaki semata-mata. Tapi itulah secebis kisah yang pernah terakam dalam peristiwa hijrah.

Izinkan aku berkongsi kisah seorang wanita dalam kehangatan Maal Hijrah ini. Namanya Ummu Salamah. Setelah peristiwa Baiatul Aqabah, para sahabat mendapat izin untuk berhijrah. Bacalah kisah seorang wanita bernama Ummu Salamah di dalam peristiwa hijrah ini.

Ummu Salamah berkata:

“Tatkala Abu Salamah bertekad bulat untuk berhijrah ke Madinah, dia menaikkan aku ke untanya. Kemudian dia membawaku beserta anak laki-lakiku Salamah yang ada dalam pangkuanku. Tatkala orang-orang dari kaumku (Bani Mughirah) melihat kami, meraka datang menghampiri dan berkata: “Saat ini kamu telah terkepung, kabarkan kepada kami tentang Ummu Salamah? Atas dasar apa kami membiarkan engkau pergi dengannya ke negeri tersebut?” Mereka kemudian mengambil alih kekang unta dari tangan Abu Salamah dan memegangiku.

Perbuatan ini membuat Bani Abdul Asad (Bani Suamiku) marah dan menghampiri anak kami Salamah (untuk merebutnya) sambil berkata kepada orang-orang dari Bani Mughirah: “Tidak demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak kami bersamanya (yakni bersamaku) tatkala kalian telah merampasnya dari teman kami.”

Lalu mereka menarik anak saya Salamah sehingga mereka saling merebut. Dan akhirnya orang-orang Bani Abdul Asad membawa pergi anak tersebut. Sedangkan Bani Mughirah menahan saya di sisinya. Kemudian pergilah suamiku ke Madinah dalam rangka menyelamatkan agama dan dirinya.

Beberapa hari setelah itu, aku mendapati diriku terkoyak-koyak sendirian karena dipisahkan dari suami dan anak. Sehingga setiap pagi aku pergi ke wadi yang luas, berpasir dan berkerikil dan aku duduk di tempat terjadinya peristiwa yang sangat menyakitkan itu. Aku ingin mengenang saat-saat dimana aku dipisahkan dengan suami dan anakku dengan tipu daya. Aku pun menangis sampai malam datang.

Selama kurang lebih 1 tahun aku dalam keadaan demikian. Hingga pada suatu hari seorang lelaki dari anak pamanku lewat di depanku. Dan ia termasuk orang yang memisahkan aku dengan anak dan suamiku. Melihat keadaanku, ia merasa kasihan kepadaku sehingga ia berkata kepada kaumku: “Mengapa tidak kalian biarkan saja wanita malang ini pergi, yang kalian telah memisahkan dia dengan suami dan anaknya?” Ucapan ini membuat hati mereka tersentuh, sehingga mereka berkata: “Susullah suamimu jika engkau menginginkannya.”

Kemudian setelah itu Bani Abdul Asad mengembalikan anakku. Aku pun menunggangi untaku dan kuletakkan anakku dalam pangkuan. Aku segera berangkat untuk menyusul suamikku di Madinah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang menyertaiku dalam perjalanan menuju ke Darul Hijrah (Madinah). Tatkala aku sampai di Tan’im, aku bertemu dengan Utsman bin Thalhah.

Dia bertanya: “Engkau mau kemana wahai anak Bekal Safar?”

“Aku ingin menyusul suamiku di Madinah,“ jawabku.

Dia bertanya lagi: “Tidak seorang pun yang menyertaimu?”

“Tidak ada demi Allah, kecuali Allah kemudian anakku ini,“ jawabku.

Dia berkata: “Demi Allah, engkau tidak pantas dibiarkan.”

Kemudian dia memgangi untaku dan menuntunnya menuju Madinah. Demi Allah tidak ada lelaki yang menyertaiku dari bangsa Arab yang lebih mulia dan lebih baik darinya.

Ketika sampai di salah satu rumah dari rumah-rumah orang Arab, dia menempatkan aku, kemudian ia menjauh ke sebuah pohon untuk berbaring di bawahnya. Usai beristirahat, dia berdiri menuju ke tempat menderumnya unta, dan mempersiapkannya sebagai alat kendaraan. Kemudian dia mundur ke belakang dan berkata: “Naiklah engkau.” Setelah aku naik dan berada di atas unta, dia kemudian memegangi untaku dan menuntunnya. Dia senantiasa berbuat demikian sampai tiba di Madinah. Tatkala ia melihat desa Bani Amr bin Auf di Quba, dimana rumah Abu Salamah ada di sana, dia berkata: “Suamimu berada di desa itu, masuklah kamu dengan barakah dari Allah.” Kemudian dia berbalik untuk kembali ke Mekkah.”

Demikianlah Ummu Salamah, seorang wanita pertama kali masuk Madinah, sebagaimana dia juga salah seorang yang pertama kali berhijrah ke negeri Habsyah.

Dapatkah kalian merasai kisah ini? Kisah yang sesungguhnya begitu menyentuh hati. Perpisahan 3 beranak. Dapatkah kalian merasai bahang rindu yang perlu ditanggung akibat perpisahan. Dapatkah kalian menyelami perjalanan seorang wanita bersama anaknya merentasi padang pasir dan malam hari. Adakah mungkin ada lagi wanita seperti itu di zaman ini? Adakah kita akan menjadi syabab yang akan menuturkan kalimah bahawa Allah menemani kita dalam perjuangan ini di saat kita berseorangan?

Rasailah bahang hijrah ini. Rasailah bahang perjanjian Baiatul Aqabah yang mana natijah dari peristiwa ini Musaab bin Umair dihantar ke Madinah dan dia mengetuk pintu setiap rumah demi dakwah. Rasailah peristiwa hijrah ini. Rasailah makna sebuah perjuangan.

Seandainya perjuangan ini mudah, Rasulullah SAW sewajarnya menerima segala macam kemewahan pada jalan dakwah ini. Tapi tidak. Hatta gigi baginda patah di dalam perjuangan ini.

Wahai syabab-syabab sekalian, bangkitlah dan berhijrahlah. Andai kamu merupakan seorang pekerja, kamu akan berkerja dengan baik, dinaikkan pangkat dan memperolehi wang ringgit untuk diinfaqkan pada jalan dakwah. Andai kamu seorang peniaga, kamu akan berusaha membebaskan diri dari riba’ dan hutang, dan sesudah itu kamu akan berusaha menyumbangkan keuntungan yang ada pada jalan dakwah sepertimana yang pernah dilakukan oleh Saidina Abu Bakar dan sahabat lainnya. Andai kamu seorang pelajar, berusahalah bersungguh-sungguh dalam medan ilmu supaya kelak di saat kamu menjadi doktor, jurutera, peguam dan lainnya, manusia lain akan mendengar setiap bicara kamu mengenai Islam. Walau di penjuru bumi mana kamu berada, kamu perlu bangkit kerana inilah HIJRAH! Inilah HIJRAH yang akan mengembalikan semula Palestina pada kemuliaannya. Inilah HIJRAH yang akan mengembalikan Islam semula ke takhtanya. Inilah HIJRAH!

Friday, December 26, 2008

A Muslim at Thirteen!

This entry is taken from Harakah 22-25 December 2008, which in turn, may have been taken from IOL.

Click on image to read.

Thursday, October 16, 2008

Al Hafiz



KALAU LAH SELAIN KAMUS ... SEMUA ORANG DAPAT MENGHAFAL AL QURAN DAN MEMAHAMI MAKSUD AYAT AL QURAN SEPENUH NYA ... AMAN DUNIAAAAAA

NEW YORK: Tidak semua orang suka membaca kamus bahasa Inggeris Oxford tetapi seorang lelaki berjaya menghafal buku 22,000 muka surat berkenaan dari muka depan hingga belakang, lapor akhbar di sini, semalam.

Ammon Shea, 37, yang gemar membaca kamus sejak berusia 10 tahun menghabiskan masa setahun untuk mentelaah 59 juta perkataan kamus itu.

Warga kota New York itu berada di ruang bawah tanah perpustakaan tempatan dan menghabiskan masa 10 jam sehari untuk membaca kamus Oxford dengan bantuan puluhan cawan kopi.

“Setiap kali dia menemui perkataan yang menarik, Shea akan menulisnya kerana bimbang tidak dapat mengingatinya,” lapor akhbar The Telegraph.

Antara perkataan paling menarik baginya ialah obmutescence (sengaja mendiamkan diri), hypergelast (seseorang yang ketawa sepanjang masa), natiform (bentuk seperti punggung) dan deipnosophist (seorang yang mahir dalam seni pemakanan).

Shea mengaku, dia hampir putus asa kerana kecewa tidak memahami sebarang perkataan di sesuatu halaman kamus itu.

Dalam bukunya yang bertajuk ‘Reading the Oxford English Dictionary: One Man, One Year,’ setebal 21,730 muka surat, dia menceritakan kemuncak masalahnya ketika mula membaca muka surat bermula abjad N. - Agensi
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PERINGATAN DARI AL QURAN
Dan kalaulah Al-Quran itu Kami jadikan (bacaan) dalam bahasa asing, tentulah mereka akan berkata: Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya (dalam bahasa yang kami fahami)? Patutkah Kitab itu berbahasa asing sedang Rasul yang membawanya berbangsa Arab? Katakanlah (wahai Muhammad): Al-Quran itu, menjadi (cahaya) petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman dan sebaliknya orang-orang yang tidak beriman, (Al-Quran itu) menjadi sebagai satu penyakit yang menyumbat telinga mereka (bukan penawar) dan ia juga merupakan gelap-gelita yang menimpa (pandangan) mereka (bukan cahaya yang menerangi). Mereka itu (dengan perbuatan melarikan diri dari ajaran Al-Quran, tidak ubahnya seperti) orang-orang yang diseru dari tempat yang jauh (masakan mereka dapat mendengar dengan betul atau melihat dengan nyata).
Soorah Fusshilat 41:44

Dalam salur darah



First Place, Illustration: "Zoom Into the Human Bloodstream"

Deft manipulation of perspective gives viewers a detailed look inside the human circulatory system.

The relationship between a tiny oxygen atom and the giant organ of the heart was accomplished with a common painting technique that fits many scales into a single picture, according to Jennifer Frazier of San Francisco's Exploratorium.

The unusual view won artist Linda Nye first place in the illustration category of the 2008 International Science and Engineering Visualization Challenge.
—Image courtesy Linda Nye and the Exploratorium Visualization Laboratory; The Exploratorium/Science
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PERINGATAN DARI AL QURAN
Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami) dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga dia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh) dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.
Soorah Al Hajj 22:5
Muhammad Sabri

Tuesday, September 9, 2008

Remembering A Past

From the English Section of Harakah (print) 8-11 Ramadan 1429 / 8-11 September 2008.
Please click on text images to read. Otherwise, kindly get the copy at newstands.




Monday, May 5, 2008

Al-Hadith - snowflake contribution

Snowflake

1.
"Agama (Islam) ini Aku senangi bagi diri-Ku, dan tidak akan baik dia melainkan dengan sifat pemurah dan budi luhur. Oleh itu muliakanlah Islam dengan kedua-dua sifat itu selama kamu menganutnya."

(Rwyt ar-Rafi drp Anas, Samuaihi, Ibn Adim Uqaily, al-Kharaithy, al-Khathieb dan Ibn Asakir)


2.
"Aku Allah, tiada Tuhan melainkan Aku. Rahmat-Ku mendahului murka-ku, maka barang siapa menyatakan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad ialah hamba dan pesuruh-Nya, dia patut masuk syurga."

(Rwt ad-Dailami)

Sunday, May 4, 2008

Al-Hadith : Amalan-amalan Utama

"Abu Heakal" abu.heakal@gmail.com

Daripada Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. ditanya: "Amalan manakah yang lebih utama?" Beliau s.a.w. menjawab: "Beriman kepada Allah dan RasulNya." Ditanya lagi: "Kemudian apakah?" Beliau s.a.w. menjawab: "Jihad fi-sabilillah. " Ditanya pula: "Kemudian apakah?" Beliau s.a.w. menjawab: "Haji yang mabrur."

(Muttafaq 'alaih)

Bilakah Masanya Ghibah (Mengumpat) Dibenarkan?

Best View:
http://bahaya- syirik.blogspot. com/

Persoalan Gihibah Secara Umum

أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا الله ورسولُهُ أَعْلَمُ . قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ، قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
�Tahukah kamu apa itu ghibah? Mereka menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Bagaimana pendapat kamu jika apa yang aku katakan ada pada orang itu? Baginda menjawab: Engkau telah menghibah dia tetapi bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta kepadanya�. (Hadis Riwayat Muslim)

Erti ghibah atau umpat (mengumpat) ialah: Kata-kata yang bermaksud untuk menodai nama orang (merugikan orang). Kata-kata mengeji (mengejek). (Lihat: KAMUS DEWAN, Edisi Ketiga, Dewan Bahasa dan Pustaka) Atau memperkatakan tentang keburukan orang lain di belakangnya yang tidak disukai oleh orang tersebut. Rasulullah sallallahu �alaihi wa-sallam telah menjelaskan erti ghibah dengan sabdanya:

أَنْ تَذْكُرَ الرَّجُلُ بِمَا فِيْهِ مِنْ خَلْفِهِ
�Ghibah adalah engkau menyebut-nyebut seseorang tentang apa yang ada padanya dari belakangnya (tanpa diketahuinya)� . (Lihat: Sahihul Jami� No. 4062. Al-Albani)

أَلْغِيْبَةٌ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بَمَا يَكْرَهُ
�Ghibah ialah engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia tidak disukainya�. (Lihat: Sahihul Jami� No. 4062. Al-Albani)

Setiap mukmin wajib mengetahui hakikat ghibah agar tidak diperangkap oleh iblis (talbisu-iblis-
تلبيس ابليس) melalui ghibah yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ghibah yang haram atau yang batil wajib ditinggalkan. Namun para ulama Salaf as-Soleh tidak mengharamkan secara mutlak semua jenis ghibah, sama ada ghibah yang melalui perkataan, kritikan, tulisan, ucapan, perbuatan dan sebagainya.

Secara umumnya, ghibah adalah dilarang sebagaimana dalil berikut,

�Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan) , kerana sebahagian dari pra-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.� (al-Hujurat 49: 12)

�Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela�� (al-Humazah 104: 1)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahawa Utsman dan Ibnu Umar berkata: "Masih segar terdengar di telinga kami bahwa ayat ini (104: 1, 2) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf, seorang tokoh Quraisy yang kaya raya, yang selalu mengejek dan menghina Rasul dengan kekayaannya. " (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari Utsman dan Ibnu Umar)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (104: 1, 2, 3) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu mengejek dan mengumpat orang. Ayat ini turun berkenaan sebagai teguran terhadap perbuatan seperti itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari as-Suddi)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (104:1-3) turun berkenaan dengan Jamil bin Amir al-Jumbi seorang tokoh musyrik yang selalu mengejek dan menghina orang. (Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari seorang suku Riqqah)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahawa Ummayah bin Khalaf selalu mencela dan menghina Rasulullah apabila berjumpa dengannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (104: sampai akhir surat) sebagai ancaman siksa yang sangat dahsyat terhadap orang-orang yang mempunyai anggapan dan berbuat seperti itu. (Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Ishaq)

Ghibah (Mengumpat) Yang Dibenarkan

Para ulama Salaf as-Soleh telah menghalalkan ghibah dalam beberapa hal:

Pertama: Dibolehkan menghibah, mengkritik keburukan, kesesatan, kekufuran, penyimpangan dan kenifakan para penyesat. Iaitu dengan niat untuk memberikan peringatan dan nasihat kepada umat Islam agar berwaspada terhadap mereka. Malah menurut kesepakatan ulama, dibolehkan menghibah dan menyebut bid�ah dan keburukan mereka supaya menjadi peringatan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi mereka dan bid�ah-bid�ahnya. Amalan inilah yang dipilih oleh Imam Ahmad rahimahullah sebagaimana yang dapat difahami dari jawapan beliau ketika ditanya:

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ بَنْدَار الْجرْجَانِي للا مَامِ اَحْمَد : اِنَّهُ لَيَشْتَدُّ عَلَيَّ اَنْ اَقُوْلَ : فُلاَنٌ كَذَا وَفُلاَنٌ كَذَا ، فَقَالَ اَحْمَدُ : اِذَا سَكَتَّ اَنْتَ وَسَكَتُّ اَنَا , فَمَتَى يَعْرِفُ الْجَاهِلُ الصَّحِيْحَ مِنَ السَّقِيْمِ ؟
�Telah bertanya Muhammad bin Bandar al-Jurjani kepada Imam Ahmad: Sesungguhnya amat berat bagiku untuk mengatakan: Si Fulan itu begini dan Si Fulan itu begini. Maka berkata Imam Ahmad: Jika engkau mendiamkan diri dan aku mendiamkan diri, maka bilakah Si Jahil akan mengetahui yang benar dan yang keji (yang berpenyakit di hatinya)?� (Lihat: مجموع الفتاوى 28/231. Ibnu Taimiyah. Lihat: شرح علل الترمزي , 1/350)

Imam Ahmad dengan ketegasannya menghibah (menceritakan keburukan) seseorang ahli bid�ah jika sudah jelas bid�ahnya. Beliau ditanya berkenaan Husin al-Karabisi (ahli bid�ah), beliau menjawab:

هُوَ مُبْتَدِعٌ
�Dia Ahli Bid�ah�. (Lihat: تاريخ بغداد 8/65-66)

Di jalur riwayat yang lain, Imam Ahmad berkata:

اِيَّاك ، اِيَّاكَ وَحُسَيْنُ الْكَرَابِيْسِي ، لاَ تُكلّمهُ ، وَلاَ تكلم مَنْ يُكَلِّمَهُ
�Hati-hati, hati-hatilah terhadap Husin al-Karabisi, janganlah engkau bercakap dengannya, janganlah engkau bercakap dengan orang yang berbual dengannya!�. (Lihat: تاريخ بغداد 8/65-66)

Menurut Imam Ahmad rahimahullah: Apabila seseorang itu telah ternyata sebagai ahli bid�ah, maka beliau berpendirian wajib mendedahkan (menghibah) ahli bid�ah tersebut dan bid�ah yang dilakukannya. Ketika beliau ditanya:

قِيْلَ للاِمَامِ اَحْمَد : اَلرَّجُلُ يَصُوْمُ وَيُصَلِّي وَيَعْتَكِفُ اَحَبَّ اِلَيْكَ اَوْ يَتَكَّلَمُ فِى اَهْلِ الْبِدَعِ ؟ فَقَالَ : اِذَا صَامَ وَصَلَّى وَاعْتَكَفَ فَاِنَّمَا هُوَلِنَفْسِهِ وَاِذَا نَكَلَّمَ فِىاَهْلِ الْبِدَعِ فَاِنَّمَاللمُسْلِمِ هَذَا اَفْضَلُ
�Ditanyakan kepada Imam Ahmad: Manakah yang paling engkau cintai, seorang yang solat, puasa dan i�tikaf ataukah orang yang memperkatakan (menghibah) ahli bid�ah? Maka beliau berkata: Apabila seseorang itu bersolat, puasa dan i�tikaf, itu hanya untuk dirinya sendiri. Apabila membincangkan (menghibah) keburukan ahli bid�ah, maka itu untuk kaum Muslimin. Inilah yang lebih utama�. (Lihat: مجموع الفتاوى 28/231. Ibn Taimiyah)

Abu Zur�ah rahimahullah juga menjelaskan tentang al-Harith al-Mahasibi dan kitab-kitabnya, beliau berkata:

اِيَّاكَ وَهَذَهِ الْكُتُبُ ، هَذِهِ كُتُبٌ بِدْعٌ وَضَلاَلَةٌ ، فَعَلَيْك بِالأَثَرِ.
�Hendaklah kamu berhati-hati terhadap buku-buku ini. Ini buku-buku (kitab-kitab) bid�ah dan sesat. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada atsar (pegangan para sahabat)�. (Lihat: الاجوبة المفيدة عن اسئلة المناهج الجديدة hlm. 13. Soleh bin Fauzan)

Walaupun mereka yang dighibah mempunyai beberapa kebaikan, namun pendirian dan sikap para ulama Salaf as-Soleh dengan niat untuk membanteras kemungkaran, kejahatan dan kesesatan, maka melalui kaedah Jarh wa-Ta�dil dibolehkan menghibah mereka demi untuk menghalang dari tersebarnya kemungkaran. Sebagai contoh, para ulama Salaf as-Soleh telah menghibah golongan Jahmiyah, Mu�tazilah, Khawarij dan semua firqah yang sesat dan penyesat.

Begitu juga dibolehkan menghibah keburukan para perawi hadis demi untuk menyelamatkan kesahihan hadis, maka mereka tidak dilarang menghibah para perawi dengan menyebut kesalahan-kesalahan nya, seperti dikatakan Si Fulan mungkar, tidak dipercayai, lemah, pelupa, kazzab (pembohong) dan sebagainya. Imam asy-Syaukani berkata:

�Dan yang menjadi hujah atas hal ini adalah dalil-dalil yang jelas seperti hadis mengenai nasihat kepada Allah, kitab-Nya, Rasulnya dan para pemimpin Islam khususnya dan umat Islam umumnya kerana menjelaskan pembohongan para pendusta adalah merupakan nasihat yang paling besar kepada Allah dan Rasul-Nya�. (Lihat: Raf�u ar-Raibah. Hlm. 27. Tahqiq Muhammad Ibrahim asy-Syaibani. Maktabah Ibnu Taimiyah)

Ibnu Taimiyah juga banyak membantah, mengkritik dan menghibah Ahli Kalam, Jahmiyah, Mu�tazilah, Sufiyah dan Asy�ariyah. Ibnu Taimiyah menghibah al-Akhnai�i
الأخنائي)), al-Bakari dan selain mereka.

Dalam persoalan yang sama, Sheikh Dr. Rabi� al-Madkhali pernah membantah kenyataan Salman al-Audah sebagaimana berikut, yang mana Salman al-Audah pernah berkata mengenai keadilan muwazanah, menurut beliau:

�Ketika kamu mengkritik sesebuah tulisan, maka tidak adil jika hanya mengatakan: Kitab ini termuat hadis-hadis palsu atau lemah dan pendapat-pendapat yang janggal. Kamu menyebut sudut keburukannya sedangkan melupakan sudut kebaikannya dari kitab tersebut. Misalnya jika kitab tersebut mengandungi berbagai-bagai kebaikan dan kajian ilmiyah maka jika hanya mendedahkan separuh dari kitab itu bererti telah melalaikan setengah yang lain, ini adalah tindakan yang curang. Ramai yang hanya memandang pada sudut kesalahan sahaja pada sebuah kitab yang ditahzir
تحذير (diberi peringatan) disebabkan kitab itu mengandungi hadis lemah, atau disebabkan kesalahan pada suatu masalah. Seandainya kita perhatikan secara teliti kitab yang ditulis oleh para ulama dengan muwazanah ini, nescaya kita tidak akan temui suatu kitab pun yang sunyi dari kesalahan�. (Lihat: منهج اهل السنة والجماعة فى نقد الرجال والكتب والطوائف Dr. Rabi� bin Hadi)

Syeikh Rabi� bin Hadi Umair al-Madkhali hafizahullah apabila mengulas pendapat Salman al-Audah, beliau berkata:

�Adil lawannya zalim, apabila pada sesebuah kitab terdapat pelbagai bid�ah dan khurafat di dalamnya, kemudian ada orang Islam menasihati agar kaum muslimin berwaspada terhadap kitab tersebut maka ini bukanlah suatu kezaliman sedikitpun. Demikian juga apabila seorang memiliki aib atau bid�ah, lalu disebut hal tersebut, ini bukan bererti zalim atau mengumpat (ghibah). Tetapi ini adalah bentuk nasihat (yang dituntut. Pent.) dan merupakan suatu tanggungjawab menurut kalangan para ulama Islam. Yang dinamakan kezaliman adalah apabila meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, sedangkan menyebut aib dan bid�ah yang terdapat dalam sesebuah kitab atau aib yang terdapat pada seseorang dengan tujuan nasihat bagi kaum muslimin, maka itu adalah merupakan hal yang dituntut secara syariat. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemaslahatan serta menghindari pelbagai kerosakan�. (Lihat:
منهاج اهل السنة والجماعة فى نقد الرجال والكتب والطوائف , Syeikh Rabi� bin Hadi)

Dengan penjelasan di atas, bahawa menghibah penyelewengan dan hakikat kesesatan bid�ah yang ditulis oleh para penulis dan aktiviti bid�ah, semua itu adalah tindakan yang wajar menurut kesepakatan kaum muslimin agar umat berwaspada dan menjauhi kegiatan bid�ah, khurafat dan syirik. Malah dibolehkan menghibah dengan menyusun banyak kitab untuk melawan dan mengkritik ahli bid�ah (penyebar bid�ah), memberi peringatan kepada ahli Sunnah agar berhati-hati terhadap ahli bid�ah demi membela sunnah. Imam Yahya bin Yahya an-Naisaburi berkata: Membela sunnah lebih baik daripada jihad. (Keseluruhan wasiat ini dinukil dari: Manhaj Ahli Sunnah Dalam Mengkritik Tokoh, Kitab Dan Aliran. Oleh Sheikh Dr. Rabi� bin Hadi Umair al-Madkhali)

Menurut Syeikh Soleh bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan:

اذا كان الْمنتَقَد من اهل السنة والجماعة ، واخطاؤه فى الامور التي لا تخِلّ بالعقيدة ، فنعم ، هذا تُذكر ميزاته وحسناته ، وتُغمر زلاته فى نصرته للسنة
�Apabila yang dikritik itu Ahli Sunnah wal-Jamaah dan kesalahannya dalam perkara yang tidak berkaitan dalam masalah akidah. Ya! Sewajarnya disebut keistimewaan dan kebaikannya dan ditutup ketergelincirannya kerana pembelaannya terhadap sunnah�. (Lihat: الاجوبة المفيدة عن اسئلة المناهج الجديدة hlm. 29. Syeikh Dr. Soleh bin Fauzan al-Fauzan, Darus Salaf)

Beliau berkata lagi:

وَاَمَّا اذا كان المردود عليه من اهل السنة والجماعة فان الردَّ يكون بادب ، وينبَّه على اغلاطه التى تكون فى مسائل الفقه ومسائل الاستنباط والاجتهاد فنقول : فلان اخطا فى كذا والصواب كذا بالدليل غفر الله له ، وهكذا اجتهاده ، وهكذا كما كانت الردود بين الفقهاء من المذاهب الاربعة وغيرهم ، وهكذا لا بقدح فى مكانته العلمية اذا كان من اهل السنة والجماعة. واهل السنة والجماعة ليسوا معصومين ، عندهم اخاء وقد يفوت احدهم الدليل او اختلال الاستنباط ، فلا نسكت على الخطأ وانما نبينه مع الاعتذار عنه. لِقَوْلِ النبي صَلَّى اللهُ عليه وسلم :

�Sedangkan apabila yang dikritik itu adalah Ahli Sunnah wal-Jamaah, dalam mengkritik harus menggunakan adab-sopan. Kemudian menjelaskan kesalahannya dalam masalah-masalah fiqh, istimbat dan ijtihad. Beginilah bantah-membantah di kalangan fuqaha antara imam yang empat dan selain mereka. Ini dalam masalah-masalah fiqh. Dan ini tidak tercela secara ilmiyah. Ahli Sunnah wal-Jamaah tidak maksum. Mereka mempunyai kekeliruan-kekeliru an, kadang-kadang mereka belum mendaptkan dalil atau salah istimbat. Maka kita jelaskan kesalahannya dan tidak diam atas hal ini. Kemudian kita memberi uzur kepadanya kerana Nabi sallallahu �alaihi wa-sallam bersabda:

اِذَا اجْتَهَدَ الْحَاكِمُ فَاَصَابَ فَلَهُ اَجْرَانِ ، وَاِنْ اجْتَهَدَ فَاَخْطَاَ فَلَهُ اَجْرٌ وَاحِدٌ.

�Apabila seorang hakim (mujtahid) telah berijtihad dan benar maka baginya dua pahala. Apabila dia berijtihad dan salah maka baginya satu pahala�. (Hadis Riwayat Bukhari. 6919. Dan Muslim. 1718)

اما اذا كان فى مسائل العقيدة فانه لا يجوز لنا ان نمدح المضللين والمخلفين لأهل السنة والجماعة من : معتزلة ، وجهمية ، وزنادقة وملاحدة ، واناس مشبوهين فى هذا العصر وما اكثرهم

�Adapun dalam masalah-masalah akidah, tidak dibenarkan bagi kita memuji-muji penyesat dan penyimpang dari Ahli Sunnah wal-Jamaah, seperti Mu�tazilah, Jahmiyah, Zanadiqah dan Mulahadah. Dan dewasa ini terlalu ramai manusia yang tergelincir (lantaran masalah yang timbulkankan oleh para penyesat. Pent.)�.

اَمَّا اذا كان المنتَقَد من اهل الضلال ، ومن اهل الانحراف ومن اهل المبادئ الهدَّامة او المشبوهة ، فهذا لايجوز لنا ان نذكر حسناته ان كان له حسنات

�Oleh kerana itu jika yang dikritik para penyesat, penyeleweng dan pencipta prinsip-prinsip yang menghancurkan dan syubhat, maka tidak boleh bagi kita menyebutkan kebaikan-kebaikanny a walaupun dia mempunyai banyak kebaikan�. (Hadis Riwayat Bukhari, 6919. Dan Muslim, 1718)

Selanjutnya beliau menjelaskan:

لأننا اذا ذكرناها فان هذا يغرر بالناس ، فيحسنون الظن بهذا الضال ، او المبتدع ، او هذا الخرافى ، او الحزبي ، فيقبلون افكار هذا الضال ، او هذا المبتدع ، او ذاك المتحزب

�Jika sekiaranya kita menyebutkan kebaikan-kebaikanny a, ini bererti kita menipu manusia, sehingga mereka bersangka baik (
فيحسنون الظن) kepada penyesat ini atau ahli bid�ah atau ahli khurafat atau orang-orang yang suka hizbi. Mereka (orang awam. Pent.) akan menerima buah fikiran penyesat, ahli bid�ah atau (orang-orang) hizbi tersebut�. (Hadis Riwayat Bukhari, 6919. Dan Muslim, 1718)

Kedua: Dibolehkan menghibah semasa membuat aduan atau meminta bantuan kepada pihak yang berkuasa seperti menceritakan sifat seseorang semasa membuat aduan atau laporan kepada mereka. Memberi keterangan kepada hakim, mahkamah sivil, mahkamah syariah dan sebagainya, iaitu berdasarkan hadis:

�Dari Aisyah radiallahu �anha berkata: Hindun, isteri Abu Sufyan pernah mengadu kepada Rasulullah: Sesungguhnya Abu Sufyan orang yang lokek, tidak memberi nafkah yang cukup buat anak-anakku, sehingga aku mengambil dari hartanya tanpa pengetahuan darinya�. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketiga: Dibolehkan ghibah dan menceritakan sifat orang yang dighibah untuk meminta fatwa. Seperti seseorang berkata: Si Fulan telah menzalimiku dengan membuat itu dan ini.

Keempat: Kerana kemaslahatan umum. Seperti peranan akhbar (mas media) menceritakan sifat seseorang yang hilang agar mudah dikesankan. Begitu juga dalam usaha membenteras keganasan, maksiat, mengesan orang-orang yang membahayakan orang-orang awam dan sebagainya.

Kelima: Menyebut (Menghibah) keaiban (menjarh) saksi palsu (yang membuat pengakuan atau persaksian palsu) dalam persoalan yang berkaitan dengan nyawa (darah) kehormatan atau harta. Iaitu berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu �alaihi wa-sallam:

لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وُعُقُوْبَتَهُ

�Seseorang yang mampu membayar hutang, tetapi tidak membayarnya, maka halal kehormatannya dan hartanya�. (Hadis ini disahihkan oleh syeikh al-Albani rahimahullah. Lihat: Al-Misykah, No. 2919)

Menurut al-Munawi rahimahullah ketika mensyarahkan hadis di atas ini bahawa:
لَيُّ الْوَاجِدِ bermaksud: �Orang kaya�. (Lihat: Kitab Faidhul Qadir (dalam mensyarahkan hadis ini). Oleh al-Munawi) Di dalam kalimah عُقُوْبَتُهُ ia membawa maksud: �Seorang hakim membantu melaksanakan hukuman terhadap yang tidak mahu membayar hutangnya dengan cara disebat atau dipenjarakan� . (Lihat: Kitab Faidhul Qadir (dalam mensyarahkan hadis ini). Oleh al-Munawi) Penjelasan ini menandakan bahawa orang kaya yang tidak mahu membayar hutangnya boleh dighibah sebagai peringatan kepadanya.

Walau bagaimanapun tidak dihalalkan menghibah orang yang telah bertaubat dari kesalahannya, sebagaimana larangan Rasulullah sallallahu �alaihi wa-sallam terhadap mereka yang menghibah al-Aslami radiallahu �anhu yang telah bertaubat, yang mana setelah bertaubat beliau mendatangi Rasulullah sallallahu �alaihi wa-sallam untuk membersihkan dirinya dari dosa berzina sehingga dilaksanakan hukuman rejam ke atasnya. (Lihat: Al-Ghibah wa-Atsaruha fi al-Muhtama, Bab 2, Syeikh Husin al-Awayisyah)

Tidak Menyebutkan Kebaikan (Muwazanah/Timbanga n) Kepada Ahli Bid�ah (Perosak Agama) Ketika Mengkritik Kesesatannya

Erti atau makna muwazanah (
موازنة) secara bahasa ialah: �Penilaian Seimbang�. Namun maksud yang dikehendaki oleh pencetus manhaj ini ialah: Apabila mengkritik tentang keburukan atau kesalahan seseorang wajib disebutkan juga kebaikan-kebaikanny a.

Para ulama Salaf as-Soleh tidak menerima secara mutlak dan tidak menolak secara mutlak akan prinsip muwazahan, keranaa muwazanah (
الموازنة) termasuk bab al-Insaf (الانصاف) atau �adl.

Tetapi kenyataan sebenar dari penggunaan kalimah (Muwazanah) yang bid�ah ini telah disalah guna oleh golongan ahli bid�ah seperti golongan Ikhwanul Muslimin dan yang sealiran dengannya. Mereka mendifinisikan muwazanah secara hawa nafsu. Muwazanah meurut mereka ialah:

�Apabila menilai, mengkritik atau mengomentar seseorang individu atau jamaah tentang keburukannya, maka wajib ada muwazanah iaitu (menimbang) sudut kebaikannya dengan menyebut kebaikannya di samping muwazanah (menimbang) sudut keburukannya, supaya berlaku adil dan tidak berlaku zalim. Sama ada bermuwazanah pada hasil tulisan seperti kitab, makalah, ceramah, sikap, amalan atau sebagainya�.

Manhaj muwazanah yang seperti ini adalah manhaj yang bid�ah kerana ia sangat asing, malah ternyata amat bertentang dengan manhaj Salaf as-Soleh. Muwazanah telah menjadi manhaj baru kepada ahli bid�ah dan kepada orang-orang yang gemar membela bid�ah seperti kelompok Khawarij dan golongan hizbiyah. Golongan pertama yang menyerukan �Muwazanah� ialah Yayasan al-Hikmah, Ikhwanul Muslimin dan Sururiyun. (Lihat:
إعلام اخوان بما قاله المحدث العلامة مقبل الوادعي أبوعبدالرحمن في الداعية عبدالرحمن عبدالخالق وجمعيته ومجلتة الفرقان. )

Walaupun orang-orang munafik, orang-orang fasik, orang-orang syirik, orang-orang zalim, Yahudi, Nasrani serta Majusi, mereka juga mempunyai kebaikan-kebaikan. Namun, Allah Subhanahu wa-Ta�ala sebagai Rabb (Tuhan) kita, dalam membantah orang-orang fasik, zalim, syirik atau orang-orang kafir sama ada Yahudi, Nasrani dan Majusi yang nyata telah berbuat dosa maka Allah tidak menyebut kebaikan mereka walaupun sedikit. Inilah manhaj yang wajib kita ikuti sebagai manhaj pegangan para Nabi, para Rasul dan para ulama Salaf as-Soleh.

Pendirian para ulama Salaf as-Soleh dalam mengkritik dan membantah kemungkaran, kejahatan dan kesesatan Jahmiyah, Mu�tazilah, Khawarij dan semua firqah yang sesat dan penyesat, sama sekali tidak menyebutkan kebaikan mereka. Kerana semua kebaikan mereka tertutup dan terhapus dengan kejahatan, kesesatan, kekufuran dan bid�ah-bid�ah yang mereka lakukan.

Begitu juga, al-Quran telah memuji orang-orang beriman, tetapi tidak menyebutkan kesalahan mereka, sebaliknya mencela orang-orang kafir dan munafik namun tidak menyebutkan pula kebaikan mereka. (Lihat:
منهج اهل السنة والجماعة فى نقد الرجال والكتب والطوائف Rabi� bin Hadi Umair al-Madkhali)

Adakah Dibolehkan Mengkritik Keburukan Pemerintah/Pemimpin /Penguasa

Maka hal ini telah dijelaskan secara panjang lebar sebagaimana di dalam artikel-artikel yang lalu yang mana boleh dicapai/dilihat melalui capaian link berikut:

1 � Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Pemerintah (http://an-nawawi. blogspot. com/2007/ 12/sikap- rakyat-terhadap- pemerintah- yang.html)

2 � Menasihati Pemerintah Menurut as-Sunnah � (http://an-nawawi. blogspot. com/2007/ 09/menasihati- pemerintah- menurut-as- sunnah.html)

Kesimpulan:

Kritikan secara terang-terangan atau mengumpat/ghibah ke atas sesuatu individu atau kumpulan tertentu adalah dibolehkan dengan beberapa syarat yang ketat yang iaitu mana jika mereka (yang di-ghibah) yang mana sikapnya/pemikirann ya membahayakan kelangsungan aktiviti umat dalam persoalan agama (bagi tujuan menjaga/menjamin ketulenan agama), dalam persoalan aqidah, dan keselamatan nyawa, atau dengan sebab menerangkan persoalan jenayah di dalam mahkhamah.

Adapun mengumpat bagi tujuan memburuk-burukkan individu tertentu tanpa sebarang sebab yang boleh membahayakan kepada umat/masyarakat, maka itu adalah tidak dibolehkan dan ditegah sama sekali. Dan perlulah difahami bahawa dalam persoalan dibenarkan mengumpat inibukanlah tujuan utamanya untuk memburukkan pihak yang diumpat, tetapi lebih kepada bertujuan menyelamatkan ummat.

Adapun mengumpat pemerintah/penguasa , ia memiliki kaedah yang berbeza dan sebenarnya dilarang kerana ia memiliki prinsip dan adab yang khusus sebagaimana yang dijelaskan melalui pelbagai hadis-hadis Rasulullah s.a.w.

Ayat Seribu Dinar (ath-Thalaq, 65: 2-3) Sebagai Penangkal???

Dilulus terbit pada Wednesday, April 30 @ 20:33:41 MYT oleh greenboc
Artikel Oleh dreamkiller


"
Ayat Seribu Dinar (ath-Thalaq, 65: 2-3) Sebagai Penangkal???


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا



�Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.�
(ath-Thalaq, 65: 2-3)


Beberapa hari yang lalu saya ada menulis sebuah artikel yang agak panjang, bertajuk: �Meraih Keberkatan Dari Iman & Taqwa� dan di dalamnya saya ada ulas berkenaan ayat al-Qur�an yang digunakan sebagai pelaris atau penangkal yang mana saya sebutkan di dalam artikel tersebut sebagai kerap di-amalkan oleh pemilik restoran dan gerai-gerai makan tertentu.


Ada yang bertanya, �ayat apa yang dimaksudkan?� Emm, harapnya tidaklah bertanya kerana hendak mengamalkannya pula ye...


Kepada yang bertanya, ayat tersebut adalah sebagaimana di atas bermula dari penghujung ayat kedua dan sehingga habis ayat ketiga surah ath-Thalaq. Sebenarnya tidak juga terhad kepada ayat itu yang saya maksudkan, kerana ada juga dari kalangan mereka yang menggunakan ayat al-Kursi untuk digantung bagi mencapai maksud mereka. Namun, hanya saja ayat dari surah ath-Thalaq ini yang mana mereka gelarkan sebagai "Ayat Seribu Dinar" cukup mendapat tempat bagi tujuan dan maksud mereka.


Ayat ini sering disalah guna oleh pelbagai pihak dengan tujuan semoga perniagaan dan jualan yang mereka jalankan sentiasa beroleh keuntungan dan jauh dari kerugian. Kaedah yang mereka gunakan adalah dengan menggantungkannya di sebahagian tempat-tempat tertentu dari bahagian kedai atau restoran-restoran mereka. Malah ada sebahagiannya yang sanggup berhabis ratusan ringgit bagi mendapatkan struktur ayat yang lengkap dengan frame dan seni tulisan tertentu.


Walhal, apa yang sebenarnya mereka lakukan itu adalah suatu perbuatan yang menyalahi sama sekali tujuan penurunan al-Qur�an kepada kita. Dalam banyak tempat, Allah menyatakan bahawa al-Qur�an itu adalah sebagai huda (petunjuk), al-Furqon (pemberi peringatan), penjelas (mubin), busyro (berita gembira) dan juga rahmat? (Rujuk: Pengantar Studi Ilmu al-Qur�an, m/s. 19-23) Bukannya sebagai penangkal dan pelaris. Jika benar perbuatan itu adalah suatu yang haqq, maka bawakan contohnya (bukti/penjelasan) dari Rasulullah s.a.w. dan sahabat-sahabat beliau yang memperlakukan hal seperti itu.


Tidakkah mereka memahami maksud ayat yang mereka ambil tersebut? Ia tidak lain adalah ditujukan kepada orang yang bertaqwa atau yang hendak bertaqwa. Bukan mereka yang cuba berlaku syirik dengan percaya kepada karut-marut dan tangkal-tangkalan. Manakala penisbahan kalimat �Ayat Seribu Dinar� ke atas ayat tersebut itu sendiri, entah dari mana datangnya. Kalau ada rujukan hadisnya, nak tahu juga saya.


Berikut saya utarakan beberapa hadis yang melarang keras mereka yang cuba bermain dengan tangkal dan azimat. Tidak kira sama ada tangkal itu dijadikan daripada al-Qur�an atau pun bukan al-Qur�an ianya tetap bernama tangkal dan tetap haram dan syirik menurut maksudnya.


"Sesungguhnya jampi mentera (tamaim), tangkal dan guna-guna itu perbuatan yang syirik". (H/R Ibn Majah (3521) at-Tibb. Ahmad (3433) Musnad. Abu Daud (3385) at-Tibb)


"Sesiapa yang memakai (mengantung) tangkal, maka ia telah melakukan kesyirikan". (H/R Turmizi (1998) at-Tibb. Nasaii (4011) Tahrimul ad-Dam)


"Sesiapa yang memakai (bergantung kepada) sesuatu (tangkal, azimat pendinding) maka dia telah bertawakkal dengannya. Allah akan menyerahkan urusannya kepada sesuatu itu". (H/R Turmizi dan al-Hakim)


"Barangsiapa yang memakai sesuatu (tangkal, azimat atau pendinding) maka ia telah mewalikan atau bertawakal kepadanya". (H/R Ahmad (18035) Musnad al-Kufiyyin)


"Dari Isa bin Abdulrahman berkata: Kami melawat Abdullah bin 'Ukaim dan dia sedang sakit maka dikatakan kepadanya: (Ada baiknya) jika engkau memakai sesuatu (tangkal). Maka beliau berkata: Apakah aku akan memakai sesuatu (tangkal) sedangkan Rasulullah saw telah bersabda : Sesiapa yang telah memakai sesuatu (dari jenis tangkal) maka dia telah bertawakkal kepadanya". (H/R Ahmad (18030) Musnad. Turmizi (1998) at-Tibb)


"Sesiapa yang menggantung (memakai) tangkal maka ia telah melakukan kesyirikan." (H/R Ahmad (16781) Musnad)


Islam telah mengharamkan setiap mukmin menyeru selain Allah untuk meminta pertolongan yang melibatkan perkara-perkara yang ghaib. Begitu juga Islam mengharamkan para mukmin dari menggunakan tangkal, azimat, pendinding atau yang seumpamanya kerana benda-benda tersebut tidak akan memberi faedah atau sebarang kesan kepada penggunanya sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui firman-Nya:


"Katakanlah! Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai pelindung) selain Allah mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah di langit dan di bumi dan mereka tidak memiliki suatu saham pun dalam (urusan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya". (Saba', 34: 22)


Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan bahaya, kemudaratan dan bala ke atas mereka yang memakai tangkal, azimat atau pendinding, mereka tidak akan dapat menjadikan benda-benda tersebut sebagai pelindung sebagaimana yang mereka sangkakan.


Firman Allah:

"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepada kamu, maka tiada yang berkuasa menghilangkannya melainkan Allah dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepada kamu, maka Dia Maha Kuasa di atas sesuatu". (al-An�am, 6: 17)



Kesimpulan:

1 � Beramal-lah dengan ayat-ayat al-Qur�an dengan cara yang betul, dengan ilmu, membaca, dan berusaha memahami serta mempelajarinya.


2 � Apa yang disarankan melalui ayat surah ath-Thalaq, 65: 2-3 itu sendiri meminta kita untuk bertaqwa dan Allah akan memberi ganjaran rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka serta akan membantu mereka yang bertaqwa dengan mencukupkan keperluannya.


3 � Ayat al-Qur�an bukan bahan untuk dijadikan sebagai tangkal dan alat pelaris. Malah perbuatan mempercayai tangkal itu sendiri termasuk ke dalam hal yang syirik dan berdosa besar.


4 � Langkah terbaik untuk meminta pertolongan adalah dengan cara berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, dan Maha Pemberi Rezeki. (Rujuk al-A�raaf: 180, az-Dzariyat: 58, dan al-Baqarah: 186) Di samping sentiasa berusaha menggandakan usaha dan mempelbagaikan strategi pemasaran/perniagaa n yang betul.


Wallahu a�lam...



Sumber: http://bahaya- syirik.blogspot. com/"

Adakah kita yang dilahirkan Islam dapat berhujah sebegini?

Dilulus terbit pada Thursday, May 01 @ 23:39:43 MYT oleh SongkokPutih
Artikel Oleh mangoscream



" Satu hal lagi yang peliknya dalam Judaism tak ada konsep neraka�yang ada syurga je�kalau macamtu kenapa nak buat baikkan? Kenapa hidup ni tak buat dosa je ? kan elok ? Kalau aku takde rasa takut dengan pembalasan atas kejahatan yang aku lakukan kenapa aku perlu berlaku baik dalam hidup


Aku dilahirkan sebagai seorang Yahudi Rusia . Perjuangan ku bermula semasa aku berumur 19 tahun. , Keyakinanku terhadap tuhan kerap berbolak-balik . cita-citaku dalam hidup ini mulanya adalah nak menjadi seorang bintang rock. Aku tinggal di US dan bekerja sebagai secretary�.. sungguh melucukan..


Suatu malam aku berjalan ke dapur, tiba-tiba ternampak satu lembaga hitam rupanya kawan serumahku. Aku masih ingat bertanya dia " Boleh tak aku simpan vodka ini dalam peti ais ?. Lepas tu kami bersalaman dan kembali ke bilik tidur. Selepas itu , kehidupan aku berubah secara tiba-tiba.


Kawan aku ini adalah seorang muslim. Dia adalah oran Islam yang pertama aku kenali. Oleh sebab terlampau kuat semangat ingin tahu aku pun bertanya kepada dia tentang Islam�.. Aku Tanya dia pasal sembahyang 5 waktu, perang jihad , siapa Muhammad?.


Perbualan kami turut disertai bersama dengan seorang kawan Kristian kami bernama Wade. Jadi kami pun membentuk dialog antara agama Islam, Yahudi dan Kristian. Dalam sesi tersebut kami telah menemui banyak perbezaan dan persamaan.


Tanpa kusedari minatku telah bertukar daripada sex, dadah dan berpesta kepada pencarian mendalam kepada agama. Satu pencarian yang aku perlu lengkapkan.. Pencarian kepada tuhan.dan pencarian bagaimana untuk mengikuti perintah tuhan.


Dalam kesungguhanku mencari kebenaran, aku bertanya kepada diriku� OK kita mula cara mudah, ada berapa tuhan sebenarnya ? Aku yakin ada satu je..sebab kalau banyak tuhan akan jadi lemah sebab pasti berlaku perselisihan dan pergaduhan� Satu tuhan adalah keyakinanku. dan pilihanku.


Suatu ketika dulu aku buka mindaku kepada kemungkinan wujudnya tuhan. Aku analisa pandangan orang yang percaya dan tak percaya.. Yang membuat kan aku menyebelahi orang yang percaya adalah ungkapan � setiap rekaan mesti ada perekanya" Dengan keyakinan sedemikian dalam diriku akhirnya aku sedar dengan yakin bahwa tuhan itu wujud. Aku masa tu masih tak dapat menjelaskannya tetapi jauh dalam lubuk hatiku aku percaya.


Ketakjuban yang baru aku jumpa ni diikuti dengan rasa tanggungjawab terhadap Penciptaku�. Dunia beragama kemudian menjadi tumpuanku.


Lepas tu aku bertanya pada diriku � Mana aku akan mula? Secara lisan ada ribuan jenis kepercayaan. Aku perlu juruskan kepada hanya beberapa kepercayaan sahaja. Macam mana aku nak selesaikan masalah ini? Mula-mula cari yang percaya pada satu tuhan sahaja. Ini aku masukkan dalam kepala otakku .Tentu sekali ini logik sebab aku hanya percaya pada satu tuhan sahaja."


Ok, lepas tu .."ini maknanya kita tolak Ugama Hindu dan Buddha sebab keduanya percaya pada banyak tuhan. Jadai tinggal 3 saja ugama yang ada satu tuhan iaitu Islam , Yahudi dan Kristian�. Jadi oleh sebab aku ni Yahudi aku mula dengan Judaism ( Ugama Yahudi ) terdapat satu tuhan ,beberapa Rasul, 10 �commandments" , Taurat, jiwa Yahudi�apa..apa jiwa Yahudi?


Masa aku buat kajian perkara ini menghantui fikiranku. Ceritanya " Jika seseorang tu dilahirkan sebagai Yahudi dia ada jiwa Yahudi dan mereka mesti menganut Judaism ( ugama Yahudi )�� tunggu jap..kalau macam tu ni dah jadi diskriminasi kan? Sedangkan ugama itu patut universal (menyeluruh) .


Jadi tuhan juga buat jiwa Yahudi, jiwa Krstian dan jiwa Muslim dan jiwa Hindu? Aku ingat semua manusia diciptakan sama sebagai manusia? Jadi kalau seseorang itu dilahirkan dalam sesuatu agama dengan ketentuan tuhan , maka dia mesti berada dalam agama tersebut walaupun akhirnya seseorang tu mendapati agamanya sesat?...hmmm aku tak percaya ..camtu zalim tuhan..ini mustahil..


Satu hal lagi yang peliknya dalam Judaism tak ada konsep neraka�yang ada syurga je�kalau macamtu kenapa nak buat baikkan? Kenapa hidup ni tak buat dosa je ? kan elok ? Kalau aku takde rasa takut dengan pembalasan atas kejahatan yang aku lakukan kenapa aku perlu berlaku baik dalam hidup?


Kita teruskan..Aku dapati Christianity ( agama Kristian) ok ada satu tuhan, seorang anak, seorang bapa dan roh suci�macam mana nak kata semua ni satu tuhan 1+1+1 =3 bukan satu? Jadi macam mana yang dikatakan percaya satu tuhan ?


Penjelasan lepas penjelasan, persamaan lepas persamaan dan perbandingan lepas perbandingan , analogi lepas analogi .. aku tak dapat terima konsep ini...Ok kita tengok isu lain pula�


Jesus mati disebabkan dosa kita dan dia lakukan sedemikian sebab kita telah dipenuhi dengan �dosa asli�. Jadi Jesus Christ anak tuhan perlu dikorbankan untuk menyelamatkan semua orang daripada neraka dan menyembuhkan kita daripada dosa yang diberikan kepada kita oleh Adam..


Ok kalau begitu maknaya kamu mengatakan bahwa kita dilahirkan sebagai orang yang telah sedia berdosa. ? Dan untuk jadi orang yang berdosa seseorang itu perlu melakukan satu dosa baru boleh jadi begitukan ? Jadi kamu beritahu aku yang bayi yang baru lahir telah melakukan kesalahan berdosa ? Yang ni pelik..takkan sebab kesalahan satu orang semua manusia kena pikul dosanya ? Apakah maksud pegangan sebegini? Seksa semua orang walaupun satu orang melakukan kesalahan ? Kenapa tuhan buat undang-undang macam tu ? Tuhan tak zalim..mustahil� tak logik� aku tak percaya.


Jadi Jesus Christ mati kerana beliau � mengasihi manusia� .. Nanti dulu dalam Bible disebut Jesus berkata " Bapa , kenapa aku dibuat begini? " Bermakna Jesus tak faham kenapa dia dibunuh secra kejam .. Tetapi kamu kata dia secara sukarela dikorbankan�. Walau apapun aku tetap tak dapat terima kepercayaan begini . Ok agama selanjutnya adalah Islam


Islam bermaksud penyerahan diri. Kpercayaan umumnya adalah satu tuhan, solat 5 waktu sehari semalam, infaqkan 2.5% zakat tahunan kepada fakir miskin, berpuasa bulan Ramadan..dan mengerjakan Haji sekali seumur hidup jika mampu. Ok tak ada yang sukar untuk difahami.


Tak ada yang bercanggah dengan logikku. Al-Quran adalah kitab mukjizat. Banyak bukti saintifik telah diperolehi daripadanya sejak 1400 tahu yang lalu.


Ok.Islam telah melepasi tapisan awalku tentang keagamaan.. Tetapi aku ingin bertanya beberapa soalan yang mendalam tentangnya.. Adakah Islam itu menyeluruh? Ya..semua orang boleh faham kepercayaan yang asas ini. Tiada analogi atau persamaan yang diperlukan.. Adakah ianya selaras dengan Sains? Sudah tentu.. terdapat berdozen ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang Sains moden dan teknlogi.


Semakin aku membuat kajianku keatas ratusan fakta logik yang aku baca dan buat kajian, satu perkara lagi mengetuk fikiranku�yang paling utama sekali Islam..nama agama . Aku dapati ianya disebutkan banyak kali didalam Al-Quran.


Walau bagaimanapun , mengingat semula kajianku yang lepas. Aku tak ingat pun melihat satu perkataan Judaism didalam �Old Testament" atau Christianity didalam �New Testament" . Perkara ini amat besar dan mustahak. Kenapakah kita tak jumpa nama agama masing-masing dalam kitab berkenaan? Sebab� memang tidak ada nama agama dalam kitab tersebut ..Saya pun berfikir..Judaism datang daripada perkataan "Juda" dan "ism" sementara Christinity daripada perkataan "Christ" dan " ianity"�


Jadi siapakah Juda ini? Dia adalah ketua kabilah Hebrew ketika tuhan menurunkan wahyu kepada manusia. Jadi agama ini dinamakan daripada nama seseorang..Ok. .kita tengok pula siapakah Jesus Christ ..Dia adalah orang yang menyampaikan risalah tuhan kepada golongan Yahudi. Jadi, kesimpulannya agama ini dinamakan dengan nama manusia.


Bercanggah dengan fakta, agama Judaism dan Christinity tidak ada disebutkan dalam kitab suci mereka..Bagi aku ini sangat pelik..aku tak boleh terima.


Kalaulah aku jual barang dari rumah ke rumah dan aku cakap pada tuan rumah" Tuan nak beli barangan (tiada nama ) ? Tentu sekali jawapan logik adalah �"Apakah barangan (tiada nama ) ini dipanggil ?..Pasti saya takkan dapat menjual walau satu produk pun yang tiadak ada nama bukan ?


Menamakan sesuatu adalah perkara asas manusia menentukan objek baik secara fizikal atau bukan fizikal. Kalau agama yang hendak dianuti dan sebar kepada manusia diatas mukabumi, tentu sekali ianya mesti ada nama.


Sudah tentu sekali nama agama adalah nama yang diberikan oleh tuhan yang maha Esa? Aku yakin macam tu�tepat sekali..Nama Judaism dan Christianity tidak ditulis dalam kitab suci mereka , manusia yang ciptakannya bukan tuhan. Kenyataan yang tuhan menurunkan agama untuk manusia ikuti tanpa nama adalah mustahil pada pendapat aku�..Tak masuk akal.


Pada hujah ini, Judaism dan Christianity dah hilang kredibiliti sebagai asli, logik dan menyeluruh sebagai sebuah agama daripada pandanganku.


Islam adalah hanya satu agama yang ada nama agamanya tercatat dalam kitab suci,,,, ini sangat penting dan bermakna bagiku.


Aku kini menyedari aku wajib mengikuti Islam��.kemudian aku mengucap syahadah�aku bersyukur diketemukan dengan kebenaran. Dulu aku dalam kegelapan ..kini aku dalam cahaya kebenaran. Allahu Akbar.
Oleh Michael David Shapiro

Saksi-Saksi Allah

"A.Hafiz.." ahjpo@yahoo.com

"65. Pada waktu itu (Hari Perhitungan) , Kami (Allah) tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka memberitahu Kami (kesalahan-kesalaha n mereka), dan kaki-kaki mereka (pula) menjadi saksi tentang apa yang mereka telah usahakan (lakukan).."
[Surah Yasin, ayat 65]


Wa Allahu a'lam..

Jagalah Allah.. Allah Menjagamu..

KALAU INI BERLAKU kepada KITA. bacalah....

"Girl Forever" lailatul71@yahoo.com

Ada pengalaman yang ingin saya kongsi bersama. Sekarang saya bertugas di bahagian O&G di hospital tentera di Makassar. Selama 2 minggu ni saya kerja malam. Alhamdulillah setakat ini, saya sudah bantu 5 orang ibu bersalin dan alhamdulillah semuanya selamat.

http://img156.imageshack.us/img156/3710/sialanisraelxi4.gif

Dua malam lepas, ada 3 ibu nak bersalin. Alhamdulillah bayi pertama saya sambut jam 8 malam. Bayi kedua disambut oleh kawan saya yang sama-sama bertugas di situ. kebetulan doktor muda yg bertugas disitu ada 7 orang. Hanya saya dan Dessy sahaja yang dibenarkan untuk membantu ibu melahirkan, dari sambut bayi lahir, plasenta, potong tali pusat, sampai jahit luka di jalan lahir ibu yang terkoyak kerana kami berdua dah ikut latihan bantu persalinan sebelum ini.

Masih ada seorang ibu yang belum bersalin malam tu di bilik bersalin. Tapi saya lihat belum ada tanda-tanda yang ia akan bersalin dalam waktu terdekat. Jadi saya tinggalkan ibu itu di bawah pengawasan bidan. Saya dan Dessy masuk ke bilik doktor jam 1 pagi. Baru saja nak lelapkan mata, tiba2 pintu bilik diketuk org.

"Doc, ada ibu mau melahirkan.. "

Dengan mata yg mengantuk, saya dan Dessy bangun menuju ke bilik bersalin. Sebaik sahaja sampai di sana , saya terkejut, selaput ketuban ibunya sudah menonjol keluar dari jalan lahir. Dengan kalut saya siapkan alat dan pakai sarung tangan. Dengan 1 kali tusukan, selaput ketubannya pecah dan tak lama kemudian muncul kepala bayi.

Dengan his yg cukup, dan kekuatan ibu meneran, maka jam 2 pagi lahirlah bayi lelaki dengan berat bdn 2100 gram. Alhamdulillah semuanya selamat. Waktu menjahit luka, saya terlihat ibu wanita tadi baru tiba di wad bersalin. Saya bertanya , mana suaminya? Ibu wanita td tiba-tiba emosi dan berkata, "Doc, anakku ini baru kuliah". Saya ulang soalan yg sama, "Ibu, di mana suami anak ta?" Ibunya hanya diam. Kemudian bidan meminta mak cik tadi tunggu di luar.

Saya pun rasa pelik, wanita ni datang ke hospital cuma dihantar oleh 3org kawannya. Tak ada suami dan keluarganya yg datang. Maknya pun datang lambat. Akhirnya saya tanya wanita itu sendiri, "mana suaminya?" Dengan lemah dia menjawab, suaminya bekerja di Palu (Suatu daerah yg jauh dari Makassar).

Setelah selesai bertugas, saya keluar dari bilik bersalin. Saya lihat ada doktor senior sedang bercakap dengan Ibu wanita itu tadi. Doktor berkata, "Ibu, sy menolong anak ta atas dasar kemanusiaan. Selebihnya itu urusan keluarga ta. Kita selesaikan mi baik-baik. Saya nda mau ikut campur masalah keluarga ta". Mak Cik itu hanya mengangguk. Sambil itu, ada juga 2 orang tentera yang bersama-sama Mak Cik tersebut di situ. Salah seorang tentera tersebut menandatangani satu surat tanggungjawab.

Setelah lama persoalan demi persoalan timbul di benak fikiran saya, saya berjumpa dan bertanya pada seorang bidan yang bertugas di situ. Akhirnya saya mendapat tahu cerita sebenar. Wanita tadi (yang berumur 20 tahun) adalah merupakan seorang pelajar di Universiti negeri di Makassar. Dia hamil di luar nikah. Tentera yang menandatangani surat tanggungjawab tadi sebenarnya ingin mengambil bayi wanita itu untuk dijadikan anak angkat.

Tidak lama kemudian , ada lagi ibu nak bersalin. Sehingga subuh saya tak tidur. Setelah subuh, seorang doktor senior meminta saya menelefon lab untuk mengambil keputusan hasil pemeriksaan hemoglobin, 2 jam setelah ibu-ibu bersalin. Sewaktu saya melihat status ibu yang melahirkan anak luar nikah tersebut, sy terkejut. Lelaki yang menandatangani surat tanggungjawab ke atas bayi itu seorang tentera yang beragama Kristian!!

Saya segera berjumpa dengan ibu tadi. Saya bertanya, "Ibu, kita tau ji siapa yg kita mau kasi anak ta itu?" Dia menyatakan yang itu Pak Ciknya. Saya tahu dia berbohong. "Ibu kita tau ji apa agamanya?" Wanita itu hanya diam. "Doc, nanti pi sy tnya sepupuku"

Tak lama kemudian, sepupu wanita itu datang. Saya memanggil sepupunya keluar bilik. Saya cakap, "Mbak, kita tau ngak siapa yg mau ambil bayinya?" "Doc, saya kurang tau kerana saya baru tiba pagi ini".

Akhirnya saya mendapat berita dari bidan yang sama yang wanita itu tinggal serumah dengan Maknya. Tapi mak dia tak tahu dia hamil sebab perut dia kecil. Sewaktu dia sakit nak bersalin malam itu, barulah mak dia tahu yang dia hamil. Mak dia sangat marah. Tapi apa yang boleh dibuat. Nasi sudah menjadi bubur.

Sewaktu kawan-kawan wanita itu tiba di hadapan pintu masuk hospital, kebetulan bapak tentera yg beragama Kristian itu bertugas di situ. Dia tahu ceritanya. Jadi dia nak ambil baby tu jadi anak angkat sebab dia tidak ada anak. Dia yang bantu hantar wanita tersebut sampai ke wad bersalin dan tandatangan surat tanggungjawaban ke atas bayi dan biaya hospital.

Wanita ini Muslim. Saya terus ke tempat wanita itu tadi. Saya cakap, "Ibu, kita ini udah bikin dosa dengan berzina. Tapi syukurlah kita tak gugurkan anak ta. Tapi sekarang jangan kita tambah dosa ta dengan kasi anak ta pada orang yang bukan Islam" "Tapi ndak ada keluargaku yang mau itu bayi. Mamaku juga tak mau jaga dia. Saya masih kuliah".

Saya pun mati akal juga nak buat macam mana. "Ibu, daripada kita kasi anak ta pada bapak Kristian itu, biar mi saya aja yang jaga bayi ta" Tapi jauh dalam hati saya, kalau saya jadikan bayi tu anak agkat, apa kata orang pula. Saya belum menikah, bulan 6 ni dah grad. Pastu balik Malaysia. Takkan nak bawa baby tu sekali kot. Nanti jiran-jiran kata apa? Mesti orang ingat selama saya kat Indonesia ni, saya bersalin anak luar nikah jugak. Nauzubillah!

Tapi kalau saya setuju nak ambil bayi itu, tak mudah saya nak bagi pada orang lain jaga. Tak pasal-pasal saya dituduh jual baby pulak. Saya pun sibuk kat hospital. Siapa yang nak jaga baby kalau saya kerja di hospital? Tapi kalau saya tak sukarela nak ambil bayi itu, pasti bapak tentera Kristian tadi tu yg ambil. Baby tu mak dia Muslim. Tak pasal-pasal dia kena ubah agama ikut Kristian. Pening jugak dibuatnya.

Tiba-tiba datang jiran wanita ni. Sepupu dia cakap jiran tu ada kenalan org Islam yang nak jaga baby tu. Diorang takde anak. Mereka dah cuba hubungi keluarga muslim tu. Alhamdulillah. Saya tarik nafas lega. Pagi tu sy tenang hati bawa motor balik rumah. Walaupun penat dan tak tidur semalaman, saya puas kerana dapat membantu kelahiran 3 orang bayi (2 perempuan, 1 lelaki). Malam itu, seharian saya tidur kerana penat sangat.

Malam tadi jam 7 pm, saya datang ke hospital tentera untuk bertugas. Di tengah jalan, saya jumpa bidan yg sama-sama bertugas dengan saya malam tadi. Saya tanya bidan tu, jadi ke family Muslim tu ambil baby tu? Bidan tu cakap, "Ndak jadi mi doc. Bapak tentera itu udah ambil mi bayinya. Udah urus semua dokumen", kata bidan tu kesal. Saya terkejut besar!! Saya tanya apakah wanita itu masih di hospital kerana saya nak pujuk dia lagi supaya tak bagi anaknya pada orang Kristian itu. Tapi bidan tu cakap wanita tu dah pulang paksa.

Saya minta izin masuk ke bilik bayi untuk melihat bayi itu. Bayi tu masih ada dalam inkubator kerana lahir tak cukup berat badan. Bayinya sihat, comel sangat. Masa tu dia tengah tidur. Saya pegang jarinya. Saya tak kuasa tahan airmata melihat baby tersebut. Dia tak salah apa-apa. Tiba-tiba baby tu terjaga dan jari-jari kecilnya menggenggam erat jari saya. Dia membuka matanya. Dia tengok saya. Airmata saya bertambah deras mengalir. Di depan saya ada seorang bayi lelaki, bayi dari rahim seorang ibu yg Muslim. Tapi nanti dia akan diambil dan dibesarkan oleh seorang tentera yang beragama Kristian. Apa agama bayi ini kelak?? Saya kesal tak dapat berbuat apa-apa. Andai saya tahu bayi ni akan diserahkan kepada orang Kristian tu, mungkin saya akan bermati-matian mempertahankan bayi ini. Tapi sudah terlambat. Semua dokumen sudah diurus dan ditandatangani oleh ibunya. Saya juga tak tahu kenapa bayi ni tak jadi diserahkan kepada keluarga muslim jirannya itu.

Saya hanya bisa membisikkan iqomah pada telinga bayi tu kerana saya tahu belum ada yang mengazankannya sejak dia dilahirkan. Saya kucup dahi baby tu beberapa kali dan serahkan semuanya pada Allah SWT. Sesungguhnya saya sudah berusaha. Hanya doa yang bisa saya kirimkan supaya baby itu akan dipelihara aqidahnya oleh Allah kerana Allah lebih berkuasa atas segala-galanya.

Doakan semoga Allah pelihara keimanan kita semua dan seluruh ummat Islam. Ameen Ya Rabbal 'Alamin!

Salam jihad dari Makassar.
http://img294.imageshack.us/img294/3091/muftiperlisrf5.gif


Luv Always

Lailatul Nor Hafizah

An-Nur: Dahsyat azab pemakan riba

"cikgu bm" bmcikgu@yahoo.com.my

Sedarkah kita bahawa kita selama ini bergelumang dengan sistem kewangan RIBA yang di rekacipta oleh YAHUDI??

Marilah kita sama2 berusaha mengeluarkan diri kita dari sistem RIBA ini, sesungguhnya AZAB ALLAH amat PEDIH dan DAHSYAT bagi mereka2 yang engkar....
" U CAN DELAY BUT TIME WILL NOT "

An-Nur: Dahsyat azab pemakan riba
Zaharuddin Abd Rahman

TIDAK dinafikan, sudah diketahui umum bahawa syirik adalah dosa terbesar di dalam Islam. Ia disebutkan dengan jelas dari ayat al-Quran bermaksud:

��Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan barang siapa yang mensyirikkannya dan (Allah) akan boleh mengampunkan dosa-dosa yang lebih rendah daripada syirik.�� (An-Nisa: 48)

Namun, selepas memikirkan berkali-kali baris ayat di bawah, saya tidak boleh menunggu lagi kecuali segera menghebahkannya kepada sekalian umat berkenaan betapa dahsyatnya hukuman bagi kesalahan ini.

��Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
��Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
��Orang-orang yang sudah sampai kepadanya larangan daripada Tuhannya, lalu terus berhenti (daripada mengambil riba), maka baginya apa yang diambilnya dulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) pada Allah.
��Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.�� (Al-Baqarah: 275)


Itulah ngerinya hukuman Allah SWT terhadap satu dosa selain syirik. Itulah pengamal riba selepas pengharamannya. (rujuk www.zaharuddin. net untuk kefahaman lanjut mengenai riba)

Cuba kita sama-sama renung petikan penutup ayat yang bermaksud:

��Orang yang mengulangi (mengambil riba) adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.��

Imam Ibn Kathir ketika mentafsirkan lafaz ini menyebut:

��Lafaz ��barang siapa mengulangi�� ertinya kembali terbabit dengan riba hingga terjebak dalamnya walaupun selepas datangnya hukum larangan Allah darinya, hasilnya wajiblah bagi mereka hukuman keras.�� (Tafsir al-Quran Al-��Azim, 1/328)

Berdasarkan dalil hadis, ulama membuat kesimpulan bahawa setiap umat Islam yang mengucap dua kalimah syahadah, sebanyak manapun dosa yang dilakukan di atas dunia, mereka akan dihumbankan ke dalam neraka, terkurung di dalamnya untuk satu tempoh yang layak bagi dosa mereka.

Kemudian mereka akan dikeluarkan daripadanya dengan syafaat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan mati, kemudian ditempatkan di dalam sungai kehidupan, lalu hiduplah kembali. Semua ini dicatatkan dalam hadis. (Syarah Sohih Muslim, An-Nawawi, 3/36)

Selanjutnya Imam An-Nawawi mengulas, lima jenis syafaat diberi kepada Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak, iaitu (Syarah Sohih Muslim, 3/36):

  • Memberi tenang dan rehat daripada hiruk pikuk mahsyar dan menyegerakan seseorang untuk masuk ke syurga. Syafaat ini khusus untuk Nabi Muhammad SAW.

  • Memasukkan seseorang ke syurga tanpa hisab. Peruntukan syafaat ini juga untuk Nabi Muhammad SAW.

  • Kaum yang wajib dihumban di neraka boleh diselamatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  • Mengeluarkan kaum yang sedang diazab di neraka untuk kembali ke syurga, kecuali yang mati dalam keadaan kafir.

  • Peningkatan darjat di syurga supaya mendapat tahap syurga yang lebih baik.



    Sedarkah?

    Namun, sedarkah kita dan mereka di sekeliling kita, keluarga, rakan dan lainnya bahawa berterusan dalam dosa riba boleh menyebabkan seseorang itu dianggap menghalalkan riba selepas pengharamannya, lalu jatuh kafir mereka.

    Tatkala itu, matinya mereka adalah dengan hati kekafiran hingga terkeluar daripada senarai mereka yang boleh mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW. Berhati-hatilah dan wajib bagi semua Muslim yang meyakini ada maut untuk menjauhi riba.

    Kita bimbang ketidakpedulian itu satu keingkaran terhadap hukum haramnya. Seterusnya boleh menjatuhkan seseorang dalam kekafiran tanpa sedar hingga melayakkan seseorang itu kekal di neraka.

    Nabi juga tiada peruntukan untuk memberi bantuan (syafaat) kepada golongan sebegitu. Semoga kita semua dipelihara oleh Allah SWT.

    Inilah yang diulas oleh Imam Fakhruddin Ar-Razi apabila beliau menghuraikan maksud ��orang yang kembali�� dalam ayat di atas sebagai:

    Erti ayat ��barang siapa yang kembali�� bermakna mereka kembali menghalalkan riba sehingga mereka jadi kafir. (Tafsir Al-Kabir, 7/82)

    Akhirnya, alasan sibuk, malas, belum sampai seru, nanti dan pelbagai lagi alasan orang pada zaman ini untuk berubah daripada pinjaman rumah riba, kereta riba, kad kredit riba, akaun simpanan riba, insurans riba, skim riba, pelaburan riba, lebih mahal, leceh proses, belum ada masa dan pelbagai lagi tidak wajar sama sekali wujud dalam hati individu yang bernama mukmin muslim.

    Itu pun jika ingin selamat di akhirat, jika tidak, tunggulah bila waktunya tiba.